Proyek Paving Blok di Kampung Sukamanah Desa Solear Diduga "Siluman", K3 dan Kualitas Pengerjaan Jadi Sorotan
SOLEAR, TANGERANG – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan berupa pemasangan paving blok di wilayah RT 004 / RW 003, Kampung Sukamanah, Desa Solear, Kecamatan Solear, memicu kritik dari warga setempat. Proyek yang seharusnya menjadi kabar baik bagi mobilitas warga ini justru menuai tanda tanya besar terkait transparansi dan standar keselamatan kerja.
1. Pelanggaran Transparansi: Proyek Tanpa Papan Informasi
Berdasarkan pantauan di lokasi pengerjaan, tidak terlihat adanya Papan Informasi Proyek yang terpasang. Padahal, pemasangan papan informasi merupakan kewajiban sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Tanpa adanya papan nama, masyarakat tidak dapat mengetahui:
Asal sumber dana (APBD/Dana Desa).
Nilai anggaran yang dikucurkan.
Perusahaan atau pihak kontraktor pelaksana.
Jangka waktu pengerjaan.
Kondisi ini membuat warga menjuluki kegiatan tersebut sebagai "Proyek Siluman" karena menutup akses informasi publik terhadap penggunaan uang negara.
2. Pengabaian Standar K3 dan Keselamatan Pekerja
Selain masalah administrasi, para pekerja di lapangan tampak tidak dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun, para pekerja melakukan pemasangan paving dan pengadukan material tanpa menggunakan helm pengaman, sepatu safety, maupun sarung tangan.
Minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini sangat berisiko, mengingat material yang digunakan cukup berat dan medan pengerjaan yang terpapar cuaca langsung. Hal ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dari pihak pengawas proyek maupun instansi terkait.
3. Kualitas Pengerjaan Diduga Kurang Maksimal
Salah satu Warga Yang enggan di sebutkan namanya juga mengeluhkan teknis pengerjaan yang terkesan terburu-buru dan kurang rapi. Beberapa bagian pondasi dan pemadatan dasar jalan diduga tidak dilakukan secara maksimal, yang dikhawatirkan akan membuat jalan cepat ambles atau rusak saat musim hujan tiba.
"Kami mendukung pembangunan, tapi jangan asal jadi. Kalau tidak ada papan proyek, kami tidak tahu lapornya ke siapa jika hasilnya mengecewakan. Pekerja juga kasihan, bekerja tanpa pengaman sama sekali," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Harapan Warga Sekitar
Warga Kampung Sukamanah berharap pihak Pemerintah Desa Solear maupun Dinas terkait di Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan evaluasi. Warga menuntut agar pelaksana proyek segera memasang papan informasi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan memperbaiki standar kerja di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana maupun perwakilan desa terkait keluhan warga di RT 004/RW 003 tersebut.
Editor : Dd Hsn

