Jembatan Maut Kp. Dangder: Akses Sempit Menuju TPU Kepuh Kerap Memakan Korban, Warga Desak Pemerintah Bertindak Cepat
SUKAMURNI - Kondisi infrastruktur jembatan penghubung menuju Pemakaman (TPU) Kepuh di Kampung Dangder, RT 03 RW 03, Desa Sukamurni, saat ini dalam kondisi memprihatinkan dan sangat tidak layak. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses bagi warga untuk mengantarkan jenazah ini dinilai membahayakan keselamatan publik lantaran ukurannya yang sangat sempit.
Akses Sempit dan Risiko Tinggi
Berdasarkan pantauan di lapangan, lebar jembatan beton tersebut sangat minim, bahkan sulit untuk dilalui iring-iringan warga yang memikul keranda jenazah secara bersamaan. Ruang gerak yang terbatas di atas aliran sungai memaksa warga untuk ekstra waspada saat melintas.
Pengurus pemakaman setempat, Haji, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi ini. Ia menyebutkan bahwa insiden kecelakaan sudah sering terjadi di lokasi tersebut.
"Kondisinya memang sangat kecil. Sudah sering terjadi kecelakaan warga yang terpeleset atau jatuh saat sedang membawa jenazah menuju makam karena ruangnya yang terlalu sempit," ujar Haji dengan nada getir.
![]() |
| Gambar ilustrasi saat melewati jembatan menuju TPU |
Desakan untuk Pergerakan Pemerintah
Masyarakat Kampung Dangder kini menuntut aksi nyata dan cepat dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Warga menilai, pembangunan atau pelebaran jembatan ini harus menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan nyawa dan kelancaran prosesi pemakaman.
Beberapa poin krusial yang mendasari urgensi perbaikan ini antara lain:
Keamanan Publik: Tanpa pagar pengaman yang memadai dan lebar yang cukup, warga bertaruh nyawa setiap kali melintasi sungai dengan beban berat.
Satu-satunya Akses: Tidak adanya jalan alternatif memaksa seluruh warga RT 03 RW 03 tetap menggunakan jembatan berbahaya ini.
Kendala Cuaca: Saat musim hujan, jembatan menjadi sangat licin dan arus sungai di bawahnya meningkat, sehingga risiko tergelincir jauh lebih besar.
"Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar janji-janji saat peninjauan. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa yang lebih fatal jatuh ke sungai baru pemerintah bergerak," tegas salah satu warga setempat.
Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perairan segera berkolaborasi untuk merenovasi total jembatan TPU Kepuh serta membersihkan aliran sungai. Penghormatan terakhir kepada warga yang meninggal dunia seharusnya dapat terlaksana dengan aman dan khidmat tanpa dihantui rasa takut akan kecelakaan.
Editor: Dede Hasan

