Derasnya Hujan Mengakibatkan Sungai Banjir Sehingga Memakan Korban Dua Orang Wilayah Jayanti Tangerang
Kabar Daerah New.Com | 21 Januari 2026
Kabupaten Tangerang, Banten – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Dukuh, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dua anak dilaporkan meninggal dunia setelah hanyut terseret derasnya luapan Sungai Cidurian, Rabu (21/1/2026).
Tragedi ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan debit air sungai meningkat tajam dan meluap hingga ke area persawahan.
Peristiwa memilukan tersebut berlangsung di wilayah perbatasan antara Desa Cikande dan Desa Jayanti. Hujan yang terus mengguyur sejak beberapa hari terakhir membuat aliran Sungai Cidurian menjadi sangat deras dan berbahaya, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar aliran air.
Berdasarkan keterangan warga RT 06 RW 01 Tamcik yang dikonfirmasi awak media, insiden bermula sekitar pukul 15.00 WIB atau sesaat setelah waktu salat Ashar. Saat itu, kedua korban bersama teman-temannya—diperkirakan berjumlah antara lima hingga sembilan orang—berenang di area luapan sungai. Mereka diketahui berenang sambil melompat dari tugu perbatasan antara Desa Cikande dan Desa Jayanti, tanpa menyadari bahaya besar yang mengintai.
“Airnya meluap ke persawahan dan arusnya sangat deras. Diduga dua korban tidak bisa berenang dengan baik, sehingga langsung terseret arus,” ujar seorang warga setempat saat dikonfirmasi awak media.
Derasnya arus di dasar sungai membuat situasi semakin sulit dan membahayakan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang warga, sebut saja Muhrim, menjadi orang pertama yang menemukan salah satu korban.
“Saya menemukan korban di dasar air yang meluap. Kedalaman air sekitar satu sampai dua meter, tapi arus di bawahnya sangat kencang. Saat saya temukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Muhrim dengan suara lirih, menggambarkan detik-detik yang menyayat hati.
Proses pencarian tidak berhenti sampai di situ. Warga secara swadaya bergotong royong melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Beberapa menit kemudian, korban kedua akhirnya berhasil ditemukan. Warga yang turut membantu pencarian menyebutkan, upaya dilakukan dengan alat seadanya hingga akhirnya aparat dan petugas gabungan tiba di lokasi untuk menangani proses evakuasi secara resmi.
Diketahui, kedua korban merupakan warga Kampung Dukuh, masing-masing beralamat di RT 17 dan RT 09 RW 06. Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa berbahayanya luapan Sungai Cidurian saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Sejumlah aparat gabungan tampak hadir di lokasi kejadian. Di antaranya Kapolsek Cisoka IPTU Aditya Surya Sakti, Bhabinkamtibmas AIPTU Endang, anggota kepolisian lainnya seperti Al Taepur dan Nugraha, personel Koramil Jayanti, Camat Jayanti Yandri Permana, S.STP, Sekretaris Camat Jayanti, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Satpol PP Jayanti, serta jajaran Pemerintah Desa Cikande yang dipimpin oleh Irwan Jaro Dablang bersama staf desa.
Aparat memastikan lokasi kejadian dalam keadaan aman, sekaligus mengawal proses evakuasi agar berjalan lancar. Pendampingan juga diberikan kepada keluarga korban yang tengah dilanda duka mendalam atas kehilangan orang tercinta.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Cikande menyampaikan imbauan keras dan tegas kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya.
Kondisi cuaca saat ini tidak baik-baik saja, debit air sungai meningkat dan sangat berbahaya. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat Kecamatan Jayanti dan wilayah sekitarnya tentang bahaya bermain di aliran sungai, terlebih di musim hujan dengan curah tinggi. Selain kewaspadaan individu, peran aktif orang tua, lingkungan, dan aparat setempat sangat dibutuhkan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
Duka ini bukan hanya milik keluarga korban, tetapi menjadi duka bersama seluruh warga Jayanti.
Narasumber : warga perumahan Taman Cikande.
