Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Rp2,67 Juta, Reli 4 Hari Beruntun!
JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung tinggi pada perdagangan Kamis (01/02/2026). Kenaikan ini menandai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang pecah selama empat hari berturut-turut sejak awal pekan, seiring dengan memanasnya tensi geopolitik global dan proyeksi ekonomi dunia.
Update Harga Emas Antam Hari Ini
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp10.000 menjadi Rp2.675.000 per gram. Sementara itu, harga buyback (harga beli kembali oleh Antam) juga naik Rp8.000 ke level Rp2.521.000 per gram.
Berikut adalah daftar harga pecahan emas Antam (sebelum pajak PPh 22) per 15 Januari 2026:
| Pecahan | Harga Dasar (Rp) |
| 0,5 gram | 1.387.500 |
| 1 gram | 2.675.000 |
| 5 gram | 13.150.000 |
| 10 gram | 26.245.000 |
| 50 gram | 130.895.000 |
| 100 gram | 261.712.000 |
| 1.000 gram | 2.615.600.000 |
Mengapa Harga Emas Terus "Terbang"?
Kenaikan tajam ini dipicu oleh beberapa sentimen kuat di pasar keuangan internasional:
Rekor Emas Dunia: Harga emas di pasar spot global telah bertengger di kisaran USD 4.628 per troy ons. Melemahnya indeks Dolar AS membuat emas menjadi aset yang sangat menarik.
Ketidakpastian Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (khususnya Iran) dan krisis politik di Venezuela memicu kekhawatiran pasar, sehingga investor berbondong-bondong mengalihkan aset ke safe haven (emas).
Aksi Borong Bank Sentral: Bank sentral di berbagai negara dilaporkan sangat agresif menambah cadangan emas mereka sejak akhir 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Data Inflasi AS: Realisasi inflasi inti AS yang melambat memberi ruang bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk menurunkan suku bunga lebih cepat, yang secara historis menguntungkan harga emas.
Pasar Emas Pegadaian & Perhiasan
Tidak hanya Antam, harga emas di platform lain juga melonjak. Emas UBS di Pegadaian terpantau sudah menembus angka Rp2,72 Juta per gram, sedangkan emas perhiasan 24 karat di beberapa wilayah Indonesia mulai menyentuh angka Rp2,22 Juta per gram.
Catatan Pajak: Sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
Mengapa Harga Emas "Terbang"?
Para analis ekonomi menyebutkan bahwa kenaikan harga emas global dan domestik dipicu oleh kombinasi faktor "badai sempurna" (perfect storm):
Ketidakpastian Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta ancaman tarif perdagangan global dari Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran pasar. Emas kembali menjadi aset safe haven (pelindung nilai) utama bagi para investor.
Krisis Independensi Bank Sentral: Adanya investigasi terhadap pimpinan Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat memicu ketidakpastian moneter, yang melemahkan kepercayaan pada mata uang dolar dan memperkuat posisi emas dunia yang kini mendekati level $4.600 per troy ounce.
Harapan Penurunan Suku Bunga: Pasar berekspektasi bahwa bank sentral akan segera menurunkan suku bunga tahun ini, yang membuat aset tanpa bunga seperti emas menjadi jauh lebih menarik dibandingkan obligasi atau deposito.
Dampaknya di Indonesia
Di berbagai kota, masyarakat mulai terlihat mengantre di Butik Emas Antam maupun toko emas lokal untuk melakukan pembelian sebagai langkah mitigasi inflasi. Di Medan, dilaporkan sistem antrean daring sempat mengalami gangguan karena tingginya trafik pengguna yang ingin mengamankan aset mereka.
"Emas masih menjadi 'benteng pertahanan' terakhir bagi kekayaan masyarakat di tengah volatilitas mata uang yang tidak menentu saat ini," ujar salah satu analis pasar modal dalam laporannya.
.png)