Antisipasi Banjir, Pemerintah Kecamatan Kresek Intensif Pantau Aliran Kali Cidurian
KABUPATEN TANGERANG – Guna mengantisipasi potensi genangan air dan banjir akibat meningkatnya curah hujan, Pemerintah Kecamatan Kresek melaksanakan monitoring di berbagai titik rawan pada Selasa (03/02/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Kresek, H. Ramawinata, didampingi Kasi Pelayanan, H. Cecep Budiman, dan Kasi Trantib Kecamatan Kresek, Achmad Buni. Langkah ini merupakan upaya preventif pemerintah setempat untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Fokus Pemantauan di Titik Rawan
Sasaran monitoring difokuskan pada debit air Kali Cidurian. Aliran sungai ini menjadi perhatian utama karena berpotensi meluap jika intensitas hujan terus meningkat.
Berdasarkan pantauan lapangan, kondisi saat ini menunjukkan:
Debit Air: Terpantau normal dengan arus lancar dan tidak ada luapan.
Titik Rawan: Wilayah Kp. Panalakan dan terowongan Tol Desa Koper dilaporkan aman tanpa ada genangan air di jalan raya.
Langkah Deteksi Dini
Kasi Pelayanan Kecamatan Kresek, H. Cecep Budiman, menegaskan bahwa monitoring ini akan dilakukan secara berkala sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Pemantauan difokuskan pada lima desa yang berbatasan langsung dengan aliran sungai, yakni:
Desa Koper
Desa Pasir Ampo
Desa Patrasana
Desa Renged
Desa Kresek
“Monitoring ini penting sebagai langkah deteksi dini. Jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan, kami bisa segera mengambil tindakan penanganan dan melaporkannya ke instansi terkait,” ujar H. Cecep Budiman.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Pemerintah Kecamatan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan secara berkala.
(Penulis: Yanto)
