Kades Bakung Disebut "Omdo", Pemilik Akun TikTok Al-Haq313 Bantah Ada Klarifikasi Resmi
KABUPATEN TANGERANG - Polemik mengenai sulitnya akses Mobil Siaga Desa Bakung terus memanas. Pemilik akun TikTok Al-Haq313 secara tegas membantah klaim yang beredar di sejumlah media online terkait adanya klarifikasi resmi dari Kepala Desa (Kades) Bakung (06/02/2026).
Menurut pengunggah video viral tersebut, informasi yang menyebutkan masalah telah selesai adalah tidak benar. Ia menilai pernyataan pihak desa hanya sekadar "Omong Doang" (Omdo), karena hingga saat ini dirinya sebagai pihak utama tidak pernah ditemui atau diajak berkomunikasi secara formal.
Bukan Klarifikasi, Hanya Obrolan Biasa
Pemilik akun Al-Haq313 menjelaskan bahwa pertemuan yang diklaim sebagai bentuk klarifikasi oleh Kades Bakung hanyalah obrolan santai yang tidak menyentuh substansi masalah.
"Itu bukan klarifikasi, karena tidak ada saya sebagai pihak pengunggah video. Yang ada hanya obrolan biasa antara keluarga saya dengan Pak Kades," ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa ayahnya sudah memperingatkan Kades Bakung agar tidak membuat klaim sepihak ke publik sebelum bertemu langsung dengan dirinya. Namun, hingga berita ini diturunkan, pertemuan yang dijanjikan tidak kunjung terjadi.
Video Masih Tayang, Bukti Masalah Belum Selesai
Sebagai bentuk protes dan penegasan bahwa persoalan ini belum tuntas, Al-Haq313 sengaja tidak menghapus unggahannya di media sosial.
Status Video: Masih tayang di akun TikTok Al-Haq313.
Alasan: Belum ada penyelesaian konkret atau permintaan maaf resmi yang melibatkan semua pihak.
Tuntutan: Transparansi mengenai prosedur penggunaan fasilitas publik (Mobil Siaga).
Soroti Fungsi Mobil Siaga: "Untuk Warga atau Kepentingan Desa?"
Dalam unggahan video terbarunya, pemilik akun kembali melontarkan kritik pedas terkait peruntukan Mobil Siaga Desa Bakung. Ia mencium adanya ketimpangan fungsi, di mana kendaraan yang seharusnya siaga untuk kondisi darurat warga, justru lebih sering terlihat digunakan untuk agenda internal perangkat desa.
"Mobil siaga itu untuk kepentingan warga. Kalau dalam kondisi darurat saja tidak bisa dipakai karena alasan sedang rapat atau meeting, lalu apa fungsi sebenarnya?" cetusnya ketus.
Publik Menanti Respon Kades Bakung
Kasus ini kini menjadi sorotan luas masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya mengenai tata kelola dan transparansi fasilitas desa. Publik menilai persoalan ini bukan sekadar miskomunikasi, melainkan cermin dari kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Hingga saat ini, Kepala Desa Bakung belum memberikan tanggapan resmi terbaru mengenai bantahan keras yang disampaikan oleh pemilik akun Al-Haq313.
(Yanto)
