CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
BREAKING NEWS

Sahari Ketua LSM Gerak Indonesia Soroti Proyek Paving Blok di Solear yang Diduga Jadi "Proyek Siluman"

  


SOLEAR, TANGERANG – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan berupa pemasangan paving blok di wilayah RT 004 / RW 003, Kampung Sukamanah, Desa Solear, Kecamatan Solear, menuai kritik tajam. Proyek yang seharusnya menjadi kabar baik bagi mobilitas warga ini justru memicu kontroversi terkait transparansi dan standar keselamatan kerja.21 Maret 2026


Menanggapi hal tersebut, Sahari, Ketua LSM Gerak Indonesia, angkat bicara dan menyoroti beberapa poin krusial yang dianggap melanggar aturan.


1. Pelanggaran Transparansi: Proyek Tanpa Papan Informasi

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pengerjaan, tidak terlihat adanya Papan Informasi Proyek yang terpasang. Sahari menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak publik.

"Pemasangan papan informasi adalah kewajiban mutlak sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Peraturan Presiden mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah. Tanpa papan nama, masyarakat tidak bisa mengetahui asal sumber dana, nilai anggaran, kontraktor pelaksana, hingga jangka waktu pengerjaan," ujar Sahari.

Kondisi ini membuat warga setempat menjuluki kegiatan tersebut sebagai "Proyek Siluman" karena terkesan menutup-nutupi penggunaan uang negara dari pengawasan masyarakat.




2. Pengabaian Standar K3 dan Keselamatan Pekerja

Selain masalah administrasi, Sahari juga menyoroti pengabaian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di lokasi, para pekerja tampak melakukan pemasangan paving dan pengadukan material tanpa dibekali Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai seperti helm pengaman, sepatu safety, maupun sarung tangan.

"Ini sangat berisiko. Material paving itu berat dan medan kerjanya terpapar cuaca langsung. Minimnya APD ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dari pihak instansi terkait maupun pengawas proyek di lapangan," tambahnya.


3. Kualitas Pengerjaan Diduga Kurang Maksimal

Kualitas teknis di lapangan pun tak luput dari pantauan. Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan pengerjaan yang terkesan terburu-buru. Diduga, proses pemadatan dasar jalan tidak dilakukan secara maksimal, sehingga dikhawatirkan jalan akan cepat ambles atau rusak saat musim hujan tiba.

"Kami mendukung pembangunan, tapi jangan asal jadi. Kalau tidak ada papan proyek, kami bingung harus melapor ke siapa jika hasilnya mengecewakan," keluh salah seorang warga setempat.


Harapan dan Desakan Evaluasi

Ketua LSM Gerak Indonesia, Sahari, mendesak pihak Pemerintah Desa Solear maupun Dinas terkait di Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan.

"Kami menuntut transparansi. Pelaksana proyek harus segera memasang papan informasi sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan memperbaiki standar keselamatan kerja pekerja. Jangan sampai uang rakyat digunakan tanpa pengawasan yang jelas," tegas Sahari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana maupun perwakilan Pemerintah Desa Solear terkait keluhan warga dan sorotan dari LSM Gerak Indonesia tersebut.

Editor : Dd Hsn

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar