CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
BREAKING NEWS

Hendak Konfirmasi Anggaran, Dua Wartawan Diduga Diintimidasi di SMAN 1 Panggarangan


KABUPATEN LEBAK - Insiden kurang menyenangkan menimpa dua orang jurnalis media online saat hendak menjalankan tugas jurnalistik. Hermawan (alias Marwan) dari xbintangindo.com dan Fal dari Faktual.news diduga menjadi korban intimidasi, cacian, hingga penyanderaan di lingkungan SMAN 1 Panggarangan pada Selasa (28/04/2026).

Kronologi Kejadian

Marwan menjelaskan bahwa kejadian bermula saat ia dan rekannya mendatangi sekolah sekitar pukul 08.30 WIB dengan maksud mengonfirmasi penyaluran anggaran pemerintah pusat tahun 2024–2025.

"Kami datang dengan etika baik. Awalnya pihak sekolah menyampaikan bahwa Kepala Sekolah sedang berada di luar dan meminta kami kembali lagi pada pukul 11.00 WIB," ujar Marwan menirukan arahan pihak sekolah.

Namun, saat kembali sesuai waktu yang dijanjikan, situasi justru berbalik mencekam. Marwan mengaku kedatangan mereka disambut dengan raut wajah tidak bersahabat dari sejumlah oknum di lingkungan sekolah.

Dugaan Intimidasi dan Penyekapan

Berdasarkan pengakuan korban, suasana memanas ketika salah satu oknum guru membentak dan memerintahkan penjaga sekolah untuk mengunci gerbang.

"Kepsek tidak ada, terus kamu mau apa? Tutup pintu gerbangnya! Jangan biarkan wartawan-wartawan ini keluar!" ujar Marwan menirukan teriakan oknum guru tersebut.

Setelah gerbang dikunci, Marwan dan Fal dikerumuni oleh beberapa oknum guru dan staf. Mereka mengaku ditarik bajunya hingga digeledah secara paksa. Meski Marwan mencoba tenang dan menunjukkan legalitas pers di dalam tasnya, oknum-oknum tersebut terus melontarkan makian.

"Kami ditahan dan tidak diperbolehkan pulang selama kurang lebih satu jam. Kami berulang kali memohon maaf dan izin pamit, namun tidak digubris. Baru setelah satu jam, kami diperintahkan pergi," tambah Marwan.

Tanggapan Korban dan Saksi

Fal, korban lainnya, mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Ia menilai tindakan para pendidik tersebut sangat tidak mencerminkan perilaku seorang intelektual.

"Kami syok. Pihak sekolah memaki dan mengintimidasi kami. Padahal kami hanya butuh penjelasan Kepala Sekolah. Menurut saya, tindakan mereka justru menyerupai preman, sangat berbanding terbalik dengan sosok 'Umar Bakri' yang seharusnya jadi panutan," tegas Fal.

Seorang saksi mata bernama Rus, yang saat itu berada di dalam mobil tak jauh dari lokasi kejadian, membenarkan peristiwa tersebut.

"Saya menyaksikan langsung kawan kami dikerumuni dengan nada tinggi. Ada oknum yang berteriak tutup gerbang dan menarik-narik baju mereka. Kejadian itu berlangsung sekitar satu jam. Sangat ironis jika hal ini dilakukan oleh tenaga pendidik," ungkap Rus.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 1 Panggarangan belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.


Editor: Yanto

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar