CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
CLOSE AD ✕
ADVERTISEMENT
BREAKING NEWS

Proyek Tanggul BBWS C3 di Kali Cidurian Jayanti Disorot, Papan Informasi Publik Tak Kunjung Terpasang

 


KABUPATEN TANGERANG - Proyek pembangunan tanggul di saluran Kali Cidurian, tepatnya di belakang Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, menuai sorotan. Meski pekerjaan telah berjalan selama satu minggu, pihak pelaksana terpantau belum memasang papan informasi proyek sebagai bentuk Transparansi atau Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Padahal, pemasangan papan nama proyek merupakan kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan regulasi terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Apresiasi Langkah Cepat BBWS C3 Tanggulangi Banjir

Langkah Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) dalam merespons ancaman banjir di wilayah tersebut sebenarnya mendapat apresiasi tinggi dari warga. Hal ini mengingat memori kelam beberapa bulan lalu, di mana banjir besar merendam Perumahan Taman Cikande hingga memakan korban jiwa dua orang anak yang tenggelam.

Namun, semangat percepatan pembangunan ini dianggap tidak lengkap tanpa adanya keterbukaan informasi mengenai detail proyek, seperti nilai anggaran, sumber dana, hingga durasi pengerjaan.


Warga Setempat: Papan Informasi Katanya Mau Dikirim

Salah seorang warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan Kali Cidurian mengaku terus memantau pengerjaan tersebut karena proyek ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang jenuh dengan musibah banjir tahunan.

"Saya di sini hanya memantau pekerja saja. Kalau pelaksana paling datang pagi untuk kontrol satu atau dua jam saja. Terkait papan informasi, memang belum terpasang, tapi infonya hari ini akan dikirim untuk dipasang," ujarnya kepada awak media, Sabtu (04/04/2026).

Saat disinggung mengenai operasional alat berat, warga tersebut memastikan bahwa bahan bakar yang digunakan adalah solar resmi. "Setahu saya ini solar resmi dari perusahaan, bukan solar ilegal. Pengirimannya menggunakan drum," tambahnya.


Minim Koordinasi dengan Lingkungan Setempat

Meskipun pengerjaan di lapangan terlihat sangat progresif, aspek koordinasi di tingkat lingkungan dinilai masih lemah. Ketua RT setempat dilaporkan belum mendapatkan informasi resmi maupun sosialisasi terkait kegiatan proyek tersebut.

Ketiadaan alat komunikasi untuk menghubungi pihak pelaksana dan pengawas di lapangan juga menjadi kendala bagi awak media dan warga untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS C3 maupun kontraktor pelaksana belum dapat dikonfirmasi mengenai alasan keterlambatan pemasangan papan proyek tersebut. Masyarakat berharap pembangunan ini berjalan transparan agar kualitas pekerjaan dapat diawasi bersama demi mencegah kembalinya bencana banjir di masa mendatang.


Editor: Dd Hasan

Tag: BBWS C3, Kali Cidurian, Kabupaten Tangerang, Proyek Tanggul, Keterbukaan Informasi Publik.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar