Tuntut Kearifan Lokal, Ratusan Warga Nambo Ilir Gelar Unjuk Rasa di Depan PT Tunas Alvin Tbk
SERANG – Ratusan warga Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Tunas Alvin Tbk yang berlokasi di Kawasan Modern Cikande, Senin (11/05/2026). Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap manajemen perusahaan yang dinilai mengabaikan aspek kearifan lokal, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
Warga Merasa Jadi Penonton di Rumah Sendiri
Dalam orasinya, Rubil, perwakilan BUMDES Nambo Ilir, menegaskan bahwa selama ini pihak perusahaan tidak menjalankan kewajibannya untuk memberdayakan masyarakat setempat. Ia menyoroti ketimpangan jumlah pekerja yang didominasi oleh warga dari luar wilayah.
"Hari ini kita kumpul di sini untuk menyampaikan aspirasi. Warga setempat selama ini hanya jadi penonton, sedangkan pekerja di PT Tunas Alvin Tbk kebanyakan dari luar wilayah," ujar Rubil dengan nada tegas di hadapan massa aksi.
Rubil juga membantah dalih perusahaan mengenai kekurangan skill (keterampilan) warga lokal. Menurutnya, perusahaan tidak pernah secara transparan menawarkan kriteria kemampuan yang dibutuhkan kepada pihak desa.
"Bahkan pihak manajemen tidak kooperatif. Hubungan komunikasi dengan Kepala Desa Nambo Ilir pun terputus; pesan dan panggilan telepon tidak pernah direspons. Ini bukti perusahaan tidak mau menjalin kerjasama yang harmonis," tambahnya.
Sorotan Emak-Emak: "Cabut Rumput Saja Pakai Orang Luar"
Kekecewaan senada disampaikan oleh perwakilan ibu-ibu (emak-emak) Desa Nambo Ilir yang turut turun ke jalan. Mereka menyayangkan sikap perusahaan yang dianggap menutup mata terhadap pengangguran di sekitar pabrik.
"Kami ingin warga Desa Nambo Ilir ikut bekerja di sini agar merasakan dampak positif adanya perusahaan. Masa untuk pekerjaan seperti mencabut rumput saja harus ambil orang luar? Padahal warga kami banyak yang mampu dan butuh pekerjaan," ungkap salah satu warga dengan menggebu-gebu.
Pengamanan Ketat dan Upaya Audiensi
Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Sedikitnya 50 personel dari Polres Serang dan Polsek Cikande, serta 6 anggota Koramil Cikande diterjunkan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Poin-poin Utama Tuntutan Warga:
Prioritas penyerapan tenaga kerja lokal Desa Nambo Ilir.
Transparansi informasi mengenai kualifikasi skill yang dibutuhkan.
Peningkatan komunikasi dan sinergi antara pihak manajemen perusahaan dengan Pemerintah Desa.
Pemberian kontribusi nyata bagi ekonomi lingkungan sekitar.
Meskipun sempat memanas, aksi berjalan dengan damai. Menjelang siang, pihak manajemen PT Tunas Alvin Tbk akhirnya bersedia menerima perwakilan massa untuk melakukan audiensi di dalam area perusahaan.
Rubil mengancam, jika hasil audiensi hari ini tidak membuahkan kesepakatan atau tindak lanjut yang jelas, ia akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk aksi lanjutan di hari esok.
Editor: Dede Hasan
